Mendongeng dangan lantang bisa mencerdaskan anak

Mendengarkan dongeng bisa menjadi stimulasi yang efektif bagi perkembangan kemampuan berbahasa anak.
Karena itu, dalam mendongeng sebaiknya orangtua tidak sekadar membacakan cerita dari sebuah buku saja, tapi memperkaya lewat mimik, intonasi, serta suara yang lantang.

Untuk Anda yang ingin mahir mendongeng, kini telah diluncurkan buku panduan Read-Aloud Handbook yang ditulis oleh Jim Trelease, seorang jurnalis dan pendidik dari AS, dalam versi bahasa Indonesia.
Buku yang diterbitkan oleh penerbit Hikmah ini diterjemahkan oleh Roosie Setiawan, penggagas komunitas Reading Bugs Indonesia.

Pada peluncuran buku yang bertepatan dengan Hari Ibu ini, Roosie Setiawan mengatakan, dalam konsep read aloud, membacakan cerita bukan lagi sekadar mengeja huruf, tetapi juga mengajarkan orangtua bagaimana caranya membangun rasa ingin tahu anak dan memotivasi mereka untuk bertanya.

“Buku ini bukan bertujuan mengajarkan anak bisa membaca, tapi agar mereka mau membaca sehingga mereka jadi individu yang gemar membaca,” katanya.

Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Diennaryati Tjokrosuprihatono, mengatakan, mendongengi anak balita, bahkan sejak masih dalam kandungan, memang mendatangkan banyak manfaat bagi perkembangan otak anak serta membangun ikatan antara anak dan orangtua.

“Kegiatan membaca cerita pasti dilakukan dengan penuh kasih sayang sehingga timbul asosiasi antara membaca dan kebahagiaan,” katanya.

Selain mengajarkan bagaimana memulai membaca cerita untuk anak, pembaca juga bisa mengetahui manfaat dari dibacakan cerita, serta tips untuk menjauhkan anak dari televisi.
Buku setebal 275 halaman ini juga dilengkapi katalog buku-buku anak terpilih.

Momentum hari Ibu juga dimanfaatkan oleh komunitas Reading Bugs untuk mengajak para orangtua menyisihkan 20 menit Membacakan Cerita untuk masa Depan Buah Hati.
Komunitas ini juga akan membagikan 1000 buku Read-Aloud Handbook kepada 1000 TK terpilih se-Indonesia.

“Selain di rumah, membaca cerita dengan lantang juga bisa dilakukan di ruang kelas,” kata Roosie.

Diharapkan semua orang bisa memberikan 20 menit terbaiknya untuk membacakan cerita untuk buah hati mereka dengan cara yang benar dan lebih bermanfaat.

sumber: kompas

About awanadec99

reserved

Posted on 9 Desember 2012, in Budaya, Pendidikan, Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s