Pembahasan Fasilitas dan Personalia

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Fasilitas Fisik dalam Organisasi Sumber Belajar

Fasilitas fisik dalam organisasi sumber belajar berfungsi untuk menunjsang dan menggalakkan kegiatan program organisasi sumber belajar agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan efisisen. Dengan fasilitas yang baik, sumber belajar seolah memiliki kekuatan, semua peralatan berdayaguna, produksi media meningkat dan pengunjung merasa tertarik dan makin sering datang.

Untuk mewujudkan fungsi-fungsi dan kegiatan atau program organisasi sumber belajar dituntut memiliki fasilitas-fasilitas (fisik) yang memadai. Fasilitas fisik yang dimaksud disini antara lain :

  • Studio audio visual yang digunakan untuk memproduksi program-program film pembelajaran
  • Studio audio yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi dan siaran media audio untuk pendidikan
  • Studio fotografi, untuk memproduiksi media foto untuk kepentingan pendidikan
  • Studio desain grafis komputer dan animasi komputer yang menagani produksi program pembelajaran berbasis komputer
  • General purpose workshop yaitu ruang yang dimaksudkan untuk menunjang kegiatan produksi alat peraga atau media tepat guna.
  • Studio percetakan, yang menangani fotocopy, produksi dan pengembangan bahan ajar dalam bentuk buku tercetak
  • Maintenance workshop yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan semua peralatan, dan lain-lain.

Hal  yang perlu diperhatikan dalam hubungannya dengan fasilitas fisik ini antara lain yaitu masalah perncanaan fasilitas agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Yang bertanggung jawab dalam merencanakan fasilitas yang ada dalam organisasi sumber belajar adalah pimpinan oregtanisasi sumber belajar itu sendiri. Perencanaan fasilitas organisasi sumber belajar sebaiknya dibuat bersama dengan pengembang instruksional, ahli media, teknisi, tenaga bantu,ahli kurikulum, dosen dan juga saran atas permintaan mahasiswa. Perencanaan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengembangkan spesifikasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Oleh karenanya perlu didengar pendapat atau saran dari dosen atau ketua jurusan berbagai disiplin ilmu di lingkungan perguruan tinggi yang bersangkutan. Perencanaan harus mencerminkan tujuan, karakteristik dan faktor-faktor lain yang meliputi fakultas dan jurusan yang ada di lingkungan perguruan tinggi setempat sehingga fasilitas dapat memenuhi kebutuhan.

Perencanaan dirancang sesuai dengan jumlah fakultas dan jurusan yang ada serta jumlah pengunjung. Perencanaan menurut Iskandar dan Mutaji (1989) hendaknya menggambarkan :

  • Kesesuaian dengan tujuan pendidikan  dan program media
  • Rancangan yang fungsional
  • Menarik dalam penampilan
  • Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh semua fakultas, tetapi tidak terganggu oleh kebisingan lalu lintas
  • Keluwesan dan dapat mengembangkan teknologi pendidikan

Perencanaan fisik hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  • Ruang-ruang yang ada hendaknya disesuaikan dengan rancangan pengembang instruksional yang sangat efektif untuk belajar atau mengajar
  • Tersedianya pelataran parkir yang cukup untuk pengunjung yang akan melakukan kegiatan latihan, workshop, demonstrasi, maupun rapat atau diskusi
  • Fasilitas yang ada dapat digunkan pada jam-jam di luar perkuliahan dan kalau perlu pada masa liburan atau minggu tenang
  • Perabot hendaknya fungsional dan menarik serta dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai
  • Mudah mendapatkan aliran listrik pada tiap ruangan, lampu cukup terang disediakan telepon dan intercom serta air conditioning
  • Kelebaban udara dijaga agar tidak mempercepat kerusakan peralatan
  • Pengaturan dan penempatan carrel/booth tidak terlalu dekat dengan ruang produksi/ruang seminar atau ruangrapat agar konsentrasi klien dalam membaca,mendengar rekaman audio, atau melihat video tidak terganggu
  • Apakah ruangan tempat peyimpanan peralatan audio visual sudah layak dan aman
  • Apakah gedung dilengkapi lift agar mudah bila menyangkut dan menurunkan barang di pusat sumber belajar
  • Luas dan jumlah sarana prasarana yang merupakan fasilitas bergantung pada jumlah klien banyaknya kegiatan
  • Kebutuhan ruangan didasarkan atas kegiatan dan kecenderungan perkembangan untuk masa yang akan datang dengan memperhitungkan juga perabotan dan peralatan yang akan diigunakan. Tiap ruang dibutuhkan harus ditentukan luasnya dengan memperhatikan saran konsultan atau arsitek, terutama untuk ruang workshop bagi dosen, ruang pertemuan dan ruang untuk gudang khusus
  • Gudang khusus tersebut harus disesuaikan dengan isinya, misalnya jenis-jenis peralatan, ukuran dan jumlah peralatan atau bahan yang akan disimpan. Jadi perlu informasi yang spesifik tentang  jenis dan lokasi gudang  yang dibutuhkan, termasuk juga penjelasan apakah gedung tersebut permanen atau semi permanen, peralatan yang disimpan bersifat portabel atau tidak
  • Kebutuhan perabot (furniture) hendaknya didasarkan atas kegunaan, keluwesan, kenyamanan, dan aman. Rekomendasi yang sifatnya terlalu berprasangka atau tidak boleh menyimpang dari tradisi, supaya dihindarkan.
  • Apabila perencanaan sudah dibuat, perlu dipikirkan hal-hal seperti beriukt :
    • Siapa yang akan memutuskan bahwa perencanaan akan fasilitas tersebut disetujui untuk dilaksanakan , dan kapan pelaksanaan tersebut akan dimulai
    • Fasilitas apa saja yang disetujui dan apa yang ditolak
    • Kapan fasilitas tersebut akan digunakan
  1. Personalia dan Staff Organisasi Sumber Belajar

Personalia dapat diartikan sebagai tenaga kerja seperti buruh, karyawan, dan pegawai. Ketiga sebutan di atas sebenarnya sama, karena pada dasarnya ketiganya merupakan personalia/tenaga kerja. Namun selama ini masyarakat cenderung membedakan makna dari ketiga istilah tenaga kerja di atas. Secara umum masyarakat memaknai istilah buruh atau karyawan sebagai tenaga kerja dalam suatu perusahaan tertentu, sedangkan istilah pegawai lebih dimaknai sebagai tenaga kerja yang bekerja untuk pemerintah atau pegawai negeri (Alex Nitisemito:1982).

Fungsi dari prinsip-prinsip pengelolaan organisasi sumber belajar, baru dapat berjalan apabila didukung oleh tanaga yang kompeten, dinamis, dan cukup jumlahnya. Menurut Nitisemito (1982:14), sebuah organisasi sumber belajar harus dapat melaksanakan penempatan pegawai secara baik sesuai dengan ungkapan yang terkenal yaitu : “The right man in the right place” atau “Orang yang tepat pada tempat yang tepat”. Dalam UU Sisdiknas juga telah diatur ketentuan tenaga kependidikan (personalia) tentang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (Depdiknas, 2003). Sedang tenaga pengelola pusat sumber belajar menurut Mudhoffir (1986) dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Pimpinan pusat sumber belajar

Seorang pimpinan organisasi sumber belajar harus seseorang yang berlatar belakang akademis yang kuat. Secara struktural dia bertanggung jawab langsung kepada Pembantu Rektor bidang akademis (PR I).

Secara ideal dia harus menguasai bidang pengembangan instruksional, ahli media, sekaligus teknisi untuk dapat mengatur bawahannya secara menyeluruh dan mendalam, tidak sekedar sebagai koordinator. Tetapi apabila hal tersebut tidak mungkin, maka pilihan kembali tertuju kepada orang yang mempunyai latar belakang dan pengalaman yang cukup di bidang akademis, khususnya sebagai pengembang instruksional daripada bidang lain.

  1. Pengembang instruksional

Pengembang instruksional yang bekerja pada suatu organisasi sumber belajar hendaknya memiliki kompetensi dalam bidang ini, dan telah memperoleh pendidikan dan latihan khusus, memiliki pengalaman yang cukup, pengetahuan yang luas, penampilan yang meyakinkan, dan menguasai bidang evaluasi. Apabila dirinci kompetensi yang harus dimiliki oleh pengembang instruksional adalah sebagai berikut:

1.   Mampu memilih proyek untuk pengembangan instruksional

2.   Mampu menggali penjajagan kebutuhan (need assessment)

3.   Mampu menjajagi karakteristik siswa

4.   Mampu menganalisis jenjang pekerjaan dan tugas serta isinya

5.   Mampu menyebutkan hasil belajar siswa

6.   Mampu menganalisis karakteristik setting

7.   Mampu mengurutkan hasil belajar

8.   Mampu menspesifikasi strategi instruksional

9.   Mampu mengurutkan kegiatan instruksional

10. Mampu memilih sumber belajar

11. Mampu mencitakan spesifikasi kegiatan instruksional

12. Mampu mencari bahan instruksional

13. Mampu mempersipakan spesifikasi bahan untuk diproduksi

14. Mampu mengevaluasi instruksional atau latihan

15. Mampu menentukan sistem pengolahan suatu kursus, latihan atau lokakarya

16. Mampu mengembangkan suatu perencanaan proyek pegembangan instruksional

17. Mampu memonitor proyek pengembangan instruksional

18. Mampu berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis sesuai standar baku

19. Mampu mendiskusikan penelitian dan teori

20. Memiliki keterampilan sebagai konsultan

21. Mampu menggunakan keterampilan sebagai fasilitator dengan benar dalam proses kerja kelompok

22. Mampu merancang dan menyebarluaskan pengembangan instruksional

  1. Ahli  media (media professional)

Ahli media hendaknya tidak hanya menguasai teori, tetapi juga harus terampil memproduksi yaitu berupa keterampilan memproduksi media dalam suatu organisasi sumber belajar. Ahli media tidak hanya ahli di bidang media saja dan berdiri sendiri, melainkan harus memahami kaitannya dengan pendidikan dan pengajaran. Beberapa prinsip dalam kaitannya dengan pendidikan dan pengajaran antara lain sebagai berikut :

1.   Ahli media berada di garis depan dalam program dan praktek pendidikan, dan selalu berperan serta dalam mendorong pembaharuan proses belajar mengajar

2.   Ahli media merupaka bagian dari staf pengajar. Oleh karena itu ikut serta dalam pengambilan keputusan instruksional

3.   Dalam program media, ahli media membutuhkan kerja sama dengan content expert, teknisi dan tenaga administrasi

4.   Ahli media seyogyanya memiliki inisiatif dan dapat menerapkan program media dalam pendidikan, memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dari satu keahlian dalam bidang teknologi pendidikan

5.   Ahli media seyogyanya memiliki ijazah master atau magister di dalam bidang media dan hubungannya dengan perpustakaan, informasi, teknologi dan komunikasi pendidikan serta kurikulum

6.   Apabila dirinci kompetensi nomor lima, maka ahli media menguasai bidang-bidang sebagai berikut :

a.   Teori, prinsip, dan metode teknologi instruksional

b.   Pengembangan kurikulum dan strategi belajar mengajar

c.   Analisis kebutuhan dan karakteristik pemakai media

d.   Prinsip-prinsip komuikasi

e.   Prinsip-prinsip penggunaan dan penyebaran informasi

f.    Perencanaan dan pengadministrasian program media

g.   Pelaanan akan bahan dan informasi yang dibutuhkan, baik untuk anak-anak maupun dewasa, dan sekaligus dapat menunjukkan rujukan (reference) dan bibliografinya

h.   Kemampuan menganalisis maupun menafsirkan suatu materi pelajaran

i.    Teknik bimbingan membaca, mendengar dan melihat kepada pemakai media

j.    Pengorganisasian informasi seperti katalogisasi dan klasifikasi

k.   Proses informasi sistem penyimpanan dan peminjaman (storage and retrievel systems)

l.    Desain dan produksi media

m.  Intrepretasi dan penerapan hasil penelitian

7.  Ahli media hendaknya juga memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam televise instruksional, teknologi computer, dan programmed instruction.

  1. Tenaga pelayanan peminjaman dan penyimpanan

Tenaga pelayanan peminjaman dan penyimpanan bertugas dalam pelaksanaan pelayanan sirkulasi atau peminjaman bahan perpustakaan. Hal-hal pokok dalam pelayanan sirkulasi antara lain :

  • Peraturan, persyaratan, tata tertib (tertulis maupun tidak)
  • Keanggotaan, pendaftaran (registrasi)
  • Macam pelayanan peminjaman
  • Surat teguran
  • Sangsi terlambat
  • Daftar pemakai/peminjam yang tidak patuh
  • Statistic harian, bulanan, dan tahunan
  • Pemeliharaan koleksi
  • Penyiangan dan peremajaan koleksi
  • Inventarisasi dan laporan

Tenaga pelayanan peminjaman dan penyimpanan juga bertugas menyimpan bahan pustaka yang ada di pusat sumber belajar, ada dua cara penyimpanan yang dapat dilakukan, yaitu :

  • Verticalfile

Dimasukkan dalam folder map dengan disertai label petunjuk subyeknya. Disusun alfabetis menurut urutan subyeknya.

  • Disimpan dalam kotak-kotak

Pada punggung kotak ditempeli label yang menyertakan subject heading-nya.

  1. Teknisi

Teknisi di sini adalah teknisi yang khusus dalam media yang telah dilatih dan memiliki cukup pegalaman kerja sebagai teknisi media. Status teknisi adalah sebagai pembantu dan bertanggung jawab kepada ahli media. Tugas teknisi media antara lain sebagai berikut :

  • Membantu ahli media dalam teknik pemrosesan informasi dan bahan-bahan
  • Membantu dalam memproduksi grafis, display dan pameran bahan-bahan seperti transparansi, poster, chart, lukisan, dan bahan-bahan untuk program televise
  • Membantu produksi program audio, fotografi, film, televise
  • Memasang komponen-komponen sistem audio recording, televisi, film, dan lain-lain
  • Memperbaiki dan memelihara peralatan
  • Menjadi operator semua peralatan untuk keperluan dosen dalam mengajar
  • Tenaga Administrasi

Tenaga administrasi bertugas di bagian fungsi administrative, fungsi ini berhubungan dengan cara-cara bagaimana tujuan dab prioritas program dapat tercapai, berhubungan dengan semua sgi program yang dilaksanakan dan melibatkan semua staf dan pemakai dengan cara-cara yang sesuai. Hal ini meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut :

  • Supervise personalia untk media
  • Pengembangan koleksi media untuk program pengajaran
  • Pengembangan spesifikasi pendidikan untuk fasilitas baru
  • Pengembangan sistem penyampaian
  • Pemeliharaan kelangsungan pelayanan produksi bahan pengajaran
  • Penyediaan pelayanan untuk pemeliharaan bahan, peralatan dan fasilitas
  1. Tenaga administrasi
  2. Tenaga bantu (aide)

Tenaga bantu adalah staf atau petugas yang bekerja dlaam bidang administrasi, pelayanan, dan pembantu produksi. Statusnya adalah pembantu, tingkatnya lebih rendah disbanding dengan teknisi. Sebagaitenaga administrasi mereka bekerja dalam hubungannya dengan tugas-tugas seperti: Korespondensi, Pembuatan laporan, Pembuatan bibliografi, Pembukuan, Inventarisasi, Pengetikan, dan Pencatatan dan lain-lain yang sejenis.

Sebagai tenaga petugas pelayanan mereka berhadapan langsung dengan pemakai (klien) dan bekerja dalam hubungan dengan tugas-tugas seperti:

  1. Menyiapkan, memproses dan menerima order (peminjaman ataupun produksi media)
  2. Memproses bahan-bahan
  3. Menyimpan dan meminjamkan bahan-bahan maupun peralatan kepada klien dan membantu menggunakan bahan-bahan sumber belajar
  4. Membantu mengoperasikan  peralatan dan mengadakan perbaikan kecil
  5. Ikut memelihara peralatan da bahan
  6. Menyusun rak (shelving), filing, dan pengadaan bahan
  7. Membuat daftar check dan bibliografi untuk mengetahui apakah bahan dan peralatan tersedia atau tidak
  8. Melayani sirkulasi bahan dan peraltan, menagih, menarik denda, menyimpan dan mengembalikan jaminan, menyediakan dan mencatat pesanan, mengatur waktu penjadwalan dan pengiriman bahan serta peralatan
  9. Melayani kebutuhan mahasiswa dan dosen pada khususnya dank lien lain pada umumnya disamping tugas0tugas tersebut di atas ada pula yang membantu produksi media, seperti membant u teknis, artis grafis, produser televise, produser audiotape dan lain-lain.

Sementara menurut American Association of School Librarians, ALA dan AECT (Pawit M. Yusuf, 1988), tenaga personalia (personnel) hanya dikelompokkan menjadi dua saja, yaitu tenaga professional (professional staff) dan tenaga pembantu (support staff). Tenaga professional terdiri dari :

  1. Ahli pengembang instruksional
  2. Ahli media

Ahli media perlu mengetahui pengetahuan tentang kelebihan dan keterbatasan semua jenis media instruksional. Bila media yang diperlukan tidak ada dipasaran, ia pun bertugas untuk memprodusir media yang diperlukan. Ia pun bertugas memberikan training penggunaan alat dan media kepada para guru/dosen (Abdul Gafhur. 1980. hal 133).

Ahli media tidak hanya ahli di dalam bidang media saja dan berdiri sendiri, melainkan harus memahami kaitannya dengan bidang pendidikan dan pengajaran. Beberapa prinsip dalam kaitannya dengan pendidikan dan pengajaran antara lain adalah sebagai berikut (Mudhoffir.1986, hal: 99-102) :

  1. Ahli media berada di garis depan dalam program dan praktek pendidikan, dan selalu berperan serta dalam mendorong dalam pembaharuan proses belajar-mengajar.
  2. Ahli media merupakan bagian dari staf pengajar. Oleh karena itu ia ikut serta dalam pengambilan keputusan instruksional.
  3. Dalam program media, ahli membutuhkan kerja sama dengan content expert, teknisi, dan tenaga administrasi.
  4. Ahli media seyogyanya memiliki inisiatif dan dapat menerapkan program media dalam pendidikan, memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dari satu keahlian dalam bidang teknolog pendidikan.
  5. Ahli media seyogyanya memiliki ijazah mater di dalam bidang media dan hubungannya dengan perpustakaan, informasi, teknologi, dan komunikasi pendidikan serta kurikulum.
  6. Apabila dirinci kompetensi nomor 5 tersebut, maka ahli media menguasai bidang-bidang :

1)      Teori, prinsip, metode dan teknologi instruksional

2)      Pengembangan kurikulum dan strategi belajar-mengajar

3)      Analisis kebutuhan dan karakteristik pemakai media

4)      Prinsip-prinsip komunikasi

5)      Prinsip-prinsip penggunaan dan penyebaran informasi

6)      Perencanaan dan pengadministrasian program media

7)      Pelayanan akan bahan dan informasi yang dibutuhkan, baik untuk anak-anak maupun dewasa, dan sekaligus dapat menunjukkan rujukan dan bibliografinya

8)      Kemampuan menganalisa maupun menafsirkan isi suatu materi pelajaran

9)      Teknik nimningan membaca, melihat, dan mendengar kepada pemakai media

10)  Pengorganisasian informasi seperti katalogisasi dan klasifikasi

11)  Proses informasi sistem penyimpanan dan peminjaman

12)  Desain dan produksi media

13)  Interpretasi dan penerapan hasil penelitian

  1. Ahli media hendaknya juga memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam televisi instruksional, teknologi komputer, dan programmed instruction.

Tenaga pembantu terdiri dari :

  1. Teknisi  (technician)

Teknisi di sini adalah teknisi yang khsusu dalam media yang telah dilatih dan memiliki cukup pengalaman kerja teknisi media. Status teknisi adalah sebagai pembantu dan bertanggung jawab kepada ahli media.

Tugas media antara lain sebagai berikut :

  1. Membantu ahli media dalam teknik pemrosesan informasi dan bahan-bahan
  2. Membantu dalam memproduks garfis, display, dan pameran bahan-bahan seperti transparansi, poster, chart, lukisan dan bahan-bahan untuk program televisi.
  3. Membantu produksi program fotografi, film, televisi
  4. Memasang komponen-komponen sistem televisi, film, dan lain-lain
  5. Memperbaiki dan memlihara peralatan
  6. Menjadi operator semua peralatan untuk keperluan dosen dalam mengajar
    1. Tenaga bantu (aide)

Tenaga bantu di sini adalah staf atau petugas yang bekerja dalam bidang administrasi, pelayanan, dan pembantu produksi. Statusnya adalah pembantu, dan tingkatannya lebih rendah dbanding teknisi.

Sebagai tenaga administrasi, mereka bekerja dalam hubungan dengan tugas-tugas seperti : korespondensi, pembuatan laporan, pembuatan bibliografi, pembukuan, inventarisasi, pengetikan, pencatatan, dan lain-lain.

Sebagai petugas pelayana, mereka berhadapan langsung dengan pemakai, dan bekerja dalam hubungan dengan tugas-tugas seperti :

  1. Menyiapkan, memproses, dan menerima order
  2. Memproses bahan-bahan
  3. Menyimpan dan meeminjamkan bahan-bahan maupun peralatan kepada klien dan membantu menggunakan bahan-bahan sumber belajar
  4. Membantu mengoperasikan peralatan dan mengadakan perbaikan kecil
  5. Ikut memlihara peralatan dan bahan
  6. Menyusun rak, filling, dan pengadaan bahan
  7. Membuat daftar check dan bibliografi untuk mengetahui apakah bahan dan peralatan tersedia atau tidak
  8. Melayani sirkulasi bahan dan peralatan, menagih, menraik denda, menyimpan dan mengembalikan jaminan, menyediakan dan mencatat pesanan, mengatur waktu penjadwalan dan pengiriman bahan serta peralatan
  9. Melayani kebutuhan mahasiswa dan dosen pada khusunya dan klien lain pada umumnya.

Jumlah Tenaga Personalia

Rekomendasi tentang jumlah tenaga personel pusat sumber belajar bergantungdari beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pertama dan yang terutama adalah bergantung dari jumlah pemakai. Makin banyak orang yang membutuhkan pelayanan sudah tentu makin banyak tenaga tenaga personalia pusat sumber belajar yang harus bertugas.
  2. Kedua, apakah sekolah tersebut berupa akademi yang hanya terdiri atas satu fakultas saja atau uniersitas yang terdiri atas banyak fakulas dan banyak disiplin ilmu.
  3. Ketiga, bergantung dari operasional program media. Misalnya bila medianya berupa televise atau yang bersifat memproduksi dalam jumlah banyak.
  4. Keempat, apakah pusat sumber belajar pola organisasinya terpusat atau terpisah.
  5. Kelima, bergantung dari tingkat penggunaan sumber belajarnya. Apakah frekuensinya tinggi atau rendah.

Rasio untuk tiap sumber belajar adalah satu orang pimpinan, satu atau lebih pengembang instruksional, sedangkan ahli media dan teknisi setiap 250 pengunjung masing-masing satu orang dan tiga tenaga bantu orang. Semua tenaga tersebut adalah tenaga tetap (full timer). Dengan demikian dapat diperkirakan berapa ahli media, teknisi, dan tenaga untuk suatu pusat sumber belajar pada suatu perguruan tinggi.

  1. Manfaat Fasilitas Fisik Organisasi Sumber Belajar
    1. memenuhi perbedaan gaya pemakai

Dengan adanya berbagai format penyajian materi belajar seperti film pembelajaran, siaran media audio pendidikan, media foto, program pembelajaran berbasis komputer, dan lain-lain, perbedaan gaya belajar pemakai dapat terpenuhi. Seperti kita ketahui bahwa gaya belajar pemakai bermacam-macam yaitu kinestetik, visual, dan auditive.

  1. memberikan berbagai pilihan format sumber belajar

Dengan adanya berbagai macam format pengemasan fasilitas fisik sumber belajar yang diberikan, hal ini mempermudah pencarian dan banyak pilihan yang dapat digunakan. Kemudian pemakai juga menjadi tidak bosan dan lebih tertarik dengan pemberian fasilitas yang bermacam-macam. Selain itu tayangan siaran media audio pendidikan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan di mana pun berada.

  1. siswa tidak bosan ketika proses pembelajaran

Berbagai fasilitas fisik sumber belajar tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menyampaikan materi belajar ketika di kelas. Sehingga membuat siswa tertarik untuk memperhatikan materi yang disampaikan dan tidak bosan karena fariasi tampilan materi yang disampaikan oleh guru.

  1. Pemanfaatan pengembangan fasilitas sumber belajar dengan menggunakan komputer dapat mengembangkan kemampuan melek komputer pemakai. Hal ini juga lebih praktis dan ekonomis bila dipandang dari segi penyajian.
  2. Peranan Personalia dalam Organisasi Sumber Belajar

 

  1. Hubungan Personalia dengan Fasilitas Fisik dalam OSB

Telah banyak diuraikan mengenai fungsi maupun peranan fasilitas fisik dan personalia dalam organisasi sumber belajar. Masing-masing memiliki peranan penting dalam menunjang program organisasi sumber belajar. Terlepas dari hal tersebut, fasilitas fisik dan personalia memiliki hubungan yang saling timbal balik. Fasilitas fisik yang baik merupakan penunjang penting dalam kesuksesan organisasi sumber belajar. Sedangkan fasilitas tersebut nantinya sebagai piranti yang digunakan oleh tenaga personalia. Sehingga secara otomatis, tenaga personalia akan lebih efektif dan efisien dalam kerjanya. Sebaliknya, tenaga personalia juga mempunyai kewajiban dalam pemeliharaan fasilitas fisik. Tenaga personalia yang profesional akan memanfaatkan dan memelihara fasilitas fisik secara bijaksana. Karenanya pun keduanya ini sama-sama membentuk hubungan yang mutualisme sehingga tujuan organisasi sumber belajar berjalan dengan baik.

 


BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mudhoffir. 1986. Prinsip – Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remadja Karya

 

Muhtadi, Ali. 2005. Buku Pegangan Kuliah : Manajemen Sumber Belajar

 

Muniarti & Usman, Nasir. 2009. Implementsi Manajemen Strategik Dalam Pemberdayaan SMK. Bandung: Cita Pustaka Media Perintis

 

About awanadec99

reserved

Posted on 16 Desember 2012, in Lain-lain, Pendidikan, Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s