Metode Mengajar

LATAR BELAKANG

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pembelajaran untuk mewujudkan apa yang ditetapkan.  Metode merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Sunaryo (1995) menunjukkan adanya pola dasar yang menjadi rujukan dalam rangka implementasi  ini, yaitu :

  1. Guru secara tepat dan langsung merespon kebutuhan dan keinginan si anak dan menyesuaikan respon tersebut atas keragaman gaya dan kecakapan individual. Respon ini diekspresikan guru secara hangat dan menunjukkan adanya pemahaman orang dewasa atas diri anak.
  2. Berbagai kesempatan disediakan guru untuk peserta didik mengembangkan kemampuan berkomunikasi seperti halnya mendengarkan, menggunakkan bahasa, mengekspresikan keinginan/gagasan/wawasan/pemecahan masalah dll.
  3. Guru memfasilitasi tercapainya tugas perkembangan bagi peserta didik, memberi dukungan, perhatian, sentuhan fisik dan dorongan-doronga yang diperlukan.
  4. Sumber-sumber stress pada diri anak benar-benar dipahami guru sehingga berbagai aktivitas dan tehnik mengurangi stress tersebut dapat dikembangkan. Karena itu, pengertian dan kepekaan guru atas reaksi anak yang bersifat individual tersebut, merupakan kunci untuk memelihara iklim dan interaksi pengajaran yang menyenangkan bagi anak.
  5. Guru memfasilitasi perkembangan harga diri anak (self-esteem) dengan cara memberi perhatian yang cukup bagi anak, menghargai dan menerimanya. Hal ini sangat penting agar kemampuan anak dalam mengendalikan diri dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dapat tumbuh dengan baik.

 

  1. TUJUAN

Dengan mempelajari berbagai metode mengajar, pendidikan diharapkan :

  1. Menjelaskan pengertian tiap-tiap metode mengajar yang dibahasdalam bagian ini.
  2. Menerangkan tujuan yang dicanangkan dari penggunaan setiap metode mengajar.
  3. Mengungkapkan alasan penggunaan tiap-tiap metode mengajar dalam pembelajaran.
  4. Menyebutkan berbagai kekuatan dan keterbatasan tiap-tiap penggunaan metode mengajar.
  5. Menjelaskan prosedur penggunaan tiap-tiap metode dalam pengajaran.
  6. Merancang kegiatan pembelajaran dengan menggunakkan tiap-tiap metode mengajar.

 

  1. A.      METODE CERAMAH
    1. 1.       Pengertian dan tujuan

Metode ceramah adalah metode yang paling populer dan paling banyak dilakukan oleh guru, selain mudah penyajiannya juga tidak banyak memerlukan media. Penyajian metode ini diberikan guru dengan cara memberikan penjelasan secara lisan kepada peserta didik. Penggunaan metode ini sangat bergantung pada kemampuan pendidik, karena pendidik yang berperan penuh dalam metode ceramah. Kepiawaian pendidik dalam menguasai bahan, forum/audience dan ketrampilan bahsa an intonasinya sangat menentukan metode ini.

Tujuan metode ceramah adalah menyampaikan bahan yang bersifat informasi konsep, pengertian-pengertian, prinsip-prinsip) yang banyak dan luas serta juga untuk penemuan-penemuan yang langka dan belum meluas. Secara spesifik metode ceramah bertujuan untuk :

  1. Menciptakan landasan pemikiran peserta didik melalui program ceramah yaitu bahan tulisan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar melalui bahan tertulis hasil ceramah pendidik.
  2. Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan penting yang terdapat dalam isi pelajaran.
  3. Merangsang peserta didik untuk belajar mandiri dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui pemerkayaan belajar.
  4. Memperkenalkan hal-hal baru danmemberikan penjelasan secara gamblang dan menyinggung penjelasan teori dan prakteknya.
  5. Sebagai langkah awal untuk metode yang lain dalam upaya menjelaskan prosedur yang harus ditempuh peserta didik. Misalnya sosiodrama peserta didik diberikan penjelasan tentang peran-peran dsb.

 

  1. 2.       Alasan Penggunaan Metode Ceramah

Daya tahan anak untuk mendengarkan suatu ceramah sebenarnya sangat terbatas. Jika hal ini menjadi kebiasaan guru sehari-hari di sekolah, maka nampaknya akan membentuk kebiasaan perilaku yang tidak menguntungkan bagi perkembangan anak, seperti kurang responsif, sulit mengajukan pendapat dan pasif.

Alasan digunakkannya metode ceramah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan misalnya karena :

  1. Anak benar-benar memerlukan penjelasan, misalnya karena bahan baru atau guna menghindari kesalahpahaman.
  2. Benar-benar tidak ada ada sumber bahan pelaaran bagi peserta didik.
  3. Menghadapi peserta didik yang banyak umlahnya dan bila menggunakkan metode lain sukar diterapkan.
  4. Menghemat biaya, waktu dan peralatan.

 

  1. 3.       Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
    1. a.       Kelebihan metode ceramah
    2. Murah dalam arti efisien dalam pemanfaatan waktu dan menghemat biaya pendidikan dengan seorang pendidik  yang menghadapi banyak peserta didik.
    3. Mudah dalam arti materi dapat disesuaikan dengan keterbatasan waktu , karakteristik peserta didik tertentu, pokok permasalahan dan keterbatasan peralatan serta dapat disesuaikan dengan jadwal pendidik terhadap ketidaktersediaan bahan tertulis.
    4. Meningkatkan daya dengar peserta didik dan menumbuhkan minat belajar dari sumber lain.
    5. Memperoleh penguatan bagi pendidik dan peserta didik yaitu pendidik memperoleh penghargaan, kepuasan dan sikap percaya diri dari peserta didik atas perhatian yang ditunjukkan peserta didik dan peserta didik akan merasa senang dan menghargai pendidik apabila ceramah yang diberikan meninggalkan kesan dan berbobot.
    6. Ceramah memberikan wawasan yang luas daripada sumber lain karena pendidik dapat menjelaskan topik dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
      1. b.      Kelemahan metode ceramah
        1. Dapat menimbulkan kejenuhan kepada peserta didik apalagi bila  pendidik dapat mengorganisasikannya.
        2. Menimbulkan verbalisme pada peserta didik.
        3. Materi ceramah terbatas pada apa yang diingat pendidik.
        4. Merugikan peserta didik yang lemah dalam ketrampilan mendengarkan.
        5. Menjejali peserta didik dengan konsep yang belum tentu diingat terus.
        6. Informasi yang disampaikan mudah usang dan ketinggalan jaman.
        7. Tidak merangsang perkembangan kreativitas peserta didik.
        8. Terjadi proses satu arah yaitu dari guru kepada peserta didik.

 

  1. B.      METODE TANYA JAWAB
    1. 1.       Pengertian dan tujuan

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam proses belajar mengajar melalui interaksi dua arah atau “two way traffic” dari pendidik bertanya kepada peserta didik atau sebaliknya peserta didik bertanya pada pendidik agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan pendidik atau peserta didik.

Dalam metode tanya jawab, pendidik dan peserta didik sama-sama aktif. Namun demikian keaktifan peserta didik patut mendapat perhatian yang sungguh-sungguh sehingga hal itu tidak harus banyak bergantung pada keaktifan pendidik. Karena itu, pendidik tidak hanya dituntut untuk menguasai tehnik-tehnik bertanya dan jenis-jenis pertanyaan, tetapi juga semangat tinggi di dalam membangun situasi yang kondusif bagi terjadinya diskusi.

Adapun tujuan dari metode tanya jawab ini, adalah :

  1. Mengecek dan mengetahui sampai sejauhmana kemampuan peserta didik terhadap pelajaran yang dikuasainya.
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan untuk mengajukan pertanyaan kepada pendidik tentang suatu masalah yang belum dipahami.
  3. Memotivasi dan menimbulkan kompetisi belajar yaitu peserta didik yang aktif dan tepat menjawab lebih percaya diri dan berusaha untuk selalu lebih baik dan peserta didik yang belum aktif atau tidak dapat menjawab dapat mempersiapkan diri dalam kesempatan lain.
  4. Melatih peserta didik untuk berfikir dan berbicara secara sistematis dan sistemik serta berdasarkan pemikiran yang orisinil.
  5. Metode tanya jawab tidak dimaksudkan untuk mengetes kemampuan peserta didik tapi diarahkan sebagai upaya guru membuat peserta didik mengerti, memahami dan berinteraksi aktif dalam KBM sehingga tujuan dapat dicapai baik.
  6. 2.       Alasan penggunaan

Alasan pendidik menggunakkan metode ini adalah untuk :

  1. Menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan sehingga menimbulkan partisipasi peserta didik dalam KBM.
  2. Menimbulkan berfikir reflektif, sistemis, kreatif dan kritis pada peserta didik.
  3. Mewujudkan cara belajar peserta didik aktif.
  4. Melatih dan mendorong peserta didik untuk belaar mengekspresikan kemampuan lisannya.
  5. Memberikan kesempatan kepada peserta didik menggunakkan kemampuan sebelumnya.
  6. 3.       Kelebihan dan kelemahan Metode Tanya Jawab
    1. a.       Kelebihan metode tanya jawab

Metode tanya jawab memiliki kekuatan sebagai berikut :

  1. Dapat menarik dan memusatkan perhatian peserta didik terhadap pelajaran.
  2. Mengetahui kedudukan peserta didik dalam belajar di kelas dari aktivitas tanya jawab dan dari jawaban-jawaban serta tanggapan-tanggapan yang dilontarkan secara kontinyu.
  3. Lebih merangsang peserta didik untuk mendayagunakan daya pikir dan daya nalarnya.
  4. Menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan jawaban
  5. Pembuka jalan bagi proses belajar yang lain.
  6. b.      Kelemahan metode tanya jawab

Kelemahan-kelemahan dari metode tanya jawab ini adalah :

  1. Pada kelas besar pertanyaan tidak dapat disebarkan kepad seluruh peserta didik, sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab atau bertanya.
  2. Peserta didik yang tidak aktif tidak memperhatikan bahkan tidak terlibat secara mental.
  3. Menimbulkan rasa gugup pada peserta didik yang tidak memiliki keberanian menjawab dan bertanya (kemampuan lisan).
  4. Dapat membuang waktu bila peserta didik tidak responsif terhadap pertanyaan.

 

  1. C.      METODE DISKUSI
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Penggunaan metode diskusi dalam kerangka pendekatan DAP sebenarnya bukan saja sebagai salah satu cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik yang bersifat problematis, tetapi juga melatih anak dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan membentuk kompetensi-kompetensi sosial yang dibutuhkan.

Metode diskusi diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan pengajaran yang melibat aktifkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alteratif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis.

Metode diskusi bertujuan untuk :

  1. Melatih peserta didik mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan.
  2. Melatih dan membentuk kesetabilan sosial-emosional
  3. Mengembangkan kemampuan berfikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif
  4. Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam menemukan pendapat
  5. Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversial
  6. Melatih peserta didik berani berpendapat tentang suatu masalah.
  7. 2.       Alasan Penggunaan Metode Diskusi

Alasan menggunakan metode diskusi :

  1. Topik bahasan bersifat problematis
  2. Merangsang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam perdebatan ilmiah
  3. Melatih peserta didik untuk berfikir kritis dan terbuka
  4. Mengembangkan suasana demokratis dan melatih peserta didik berjiwa besar
  5. Peserta didik memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masalah yang dijadikan topik diskusi
  6. Peserta didik memiliki pengetahuan dan pendapat-pendapat tentang masalah yang akan didiskusikan
  7. Masalah yang didiskusikan akan hubungannya dengan persoalan-persoalan yang lain pula.

 

  1. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi
    1. a.       Kelebihan Metode Diskusi

Kelebihan metode diskusi :

  1. Dapat mendorong partisipasi peserta didik secara aktif baik sebagai partisipan, penanya, penyanggah maupun sebagai ketua atau moderator diskusi
  2. Menimbulkan kreativitas dalam ide, pendapat, gagasan, prakarsa ataupun terobosan-terobosan baru dalam pemecahan masalah
  3. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis dan partisipasi demokratis
  4. Melatih kestabilan emosi dengan menghargai dan menerima pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat sendiri sehingga tercipta kondisi memberi dan menerima (take and give)
  5. Keputusan yang dihasilkan kelompok akan lebih baik daripada berfikir sendiri
  6. b.      Kelemahan Metode Diskusi

Kelemahan metode diskusi :

  1. Sulit menentukan topik masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik dan yang memiliki relevansi dengan lingkungan
  2. Memerlukan waktu yang tidak terbatas
  3. Pembicaraan atau pembahasan sering meluas dan mengambang
  4. Didominasi oleh orang-orang tertentu yang biasanya aktif
  5. Memerlukan alat yang fleksibel untuk membentuk tempat yang sesuai
  6. Kadang tidak membuat penyelesaian yang tuntas walaupun kesimpulan telah disepakati namun dalam implementasi sangat sulit dilaksanakan
  7. Perbedaan pendapat dapat mengundang reaksi di luar kelas bahkan dapat menimbulkan bentrokan fisik.

 

  1. D.      METODE KERJA KELOMPOK
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Metode kerja kelompok adalah metode mengajar dengan mengkondisikan peserta didik dalam suatu group atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut. Karena itu guru dituntut untuk mampu menyediakan bahan-bahan pelajaran yang secara manipulasi mampu melibatkan anak bekerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok.

Penerapan metode kerja kelompok menuntut guru untuk dapat mengelompokan peserta didik secara arif dan proporsional. Pengelompokkan peserta didik dalam suatu kelompok dapat didasarkan pada: (a) fasilitas yang tersedia; (b) perbedaan individual dalam minat belajar dan kemampuan belajar; (c) jenis pekerjaan yang diberikan; (d) wilayah tempat tinggal peserta didik; (e) jenis kelamin; (f) memperbesar partisipasi peserta didik dalam kelompok; dan (g) berdasarkan pada loter/random.

Selanjutnya, pembagian kelompok sebaiknya heterogen, baik dari segi kemampuan belajar maupun jenis kelamin agar terjadi dinamika kegiatan belajar yang lebih baik dari kelompok tidak berkesan berat sebelah yaitu ada kelompok yang kuat dan ada kelompok yang lemah.

Penggunaan metode kerja kelompok menurut Moedjiono (1992:62) bertujuan untuk:

  1. Memupuk kemauan dan kemampuan kerjasama di antara para pesera didik
  2. Meningkatkan keterlibatan sosio-emosional dan intelektuan para peserta didik dalam proses belajar mengaar yang diselenggarakan
  3. Meningkatkan perhatian terhadap proses dan hasil dari proses belajar mengajar secara berimbang
  4. 2.       Alasan Penggunaan Metode Kelompok

Metode kerja kelompok digunakan guru karena alasan sebagai berikut:

  1. Membuat peserta didik dapat bekerja sama dengan temannya dalam satu kesataun tugas.
  2. Mengembangkan kekuatan untuk mencari dan menemukan bahanb-bahan untuk melaksanakan tugas tersebut.
  3. Membuat peserta didik aktif.
  4. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Kelompok
    1. a.       Kelebihan Metode Kelompok

Kekuatan dari metode kerja kelompok ini adalah :

1)      Membuat peserta didik aktif mencari bahan untuk menyelesaikan tugasnya

2)      Menggalang kerjasama dan kekompakan dalam kelompok

3)      Mengembangkan kepemimpinan peserta didik dan pengajaran keterampilan berdiskusi dan proses kelompok

  1. b.      Kelemahan Metode Kelompok

Keterbatasan penggunaan metode kerja kelompok ini, adalah :

1)      Kerja kelompok hanya memberikan kesempatan kepada peserta yang aktif dan mampu untuk berperan sedangkan peserta didik yang terbelakang tidak terbuat apa-apa

2)      Memerlukan fasilitas yang beragam baik untuk fasilitas fisik dan ruangan maupun sumber-sumber belajar yang harus disediakan.

  1. E.       METODE PEMBERIAN TUGAS
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Metode pemberian tugas atau penugasan diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan peserta didik di sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau berkelompok.

Tujuan dari penggunaan metode penugasan adalah untuk merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.

  1. 2.       Alasan Penggunaan Metode Pemberian Tugas

Setelah tanya jawab atau ceramah diketahui bahan-bahan yang perlu mendapatkan penekankan dan harus dikuasai peserta didik oleh karena itu guru memberikan tugas dengan alasan agar peserta didik dapat belajar sendiri atau berkelompok mencari pengayaannya atau sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya.

  1. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas
    1. a.       Kelebihan Metode Pemberian Tugas

Kekuatan dari penggunaan metode penugasan ini, adalah :

1)      Membuat peserta didik aktif belajar

2)      Merangsang peserta didik belajar lebih banyak, baik dekat dengan guru maupun pasa saat jauh dari guru di dalam sekolah maupun di luar sekolah

3)      Mengembangkan kemandirian peserta didik

4)      Lebih menyakitkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari

5)      Membina kebiasaan peserta didik untuk mencari dan mengelolah sendiri informasi dan komunikasi

6)      Membuat peserta didik bergairah belajar karena dapat dilakukan dengan bervariasi

7)      Membina tanggung jawab dan disiplin peserta didik

8)      Mengembangkan kreativitas peserta didik

  1. b.      Kelemahan Metode Pemberian Tugas

Keterbatasan metode penugasan, adalah :

1)      Sulit mengontrol peserta didik apakah belajar sendiri atau dikenakan orang lain

2)      Sulit memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu peserta didik

3)      Tugas yang monoton dapat membosankan peserta didik

4)      Tugas yang banyak dan sering dapat membuat beban dan keluhan peserta didik

5)      Tugas kelompok dikerjakan oleh orang tertentu atau peserta didik yang rajin dan pintar

  1. F.       METODE DEMONSTRASI
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Metode demonstrasi digunakan guru untuk memperagakan atau menunjukan suatu prosedur yang harus dilakukan peserta didik yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata saja. Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.

Metode demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang harus dilakukan, misalnya proses mengatur sesuatu, proses mengerjakan dan menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Adapun tujuan penggunaan metode demonstrasi ini adalah :

  1. a.       Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik
  2. b.      Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik
  3. c.       Mengembangkan kemampuan pengamatan pendengaran dan penglihatan para peserta didik secara bersama-sama
  4. 2.       Alasan Penggunaan Metode Demonstrasi

Terdapat beberapa alasan mengapa seorang guru menggunakan metode demonstrasi ini, yaitu :

  1. a.       Tidak semua topik dapat terang melalui penjelasan atau diskusi
  2. b.      Sifat pelajaran yang menuntut diperagakan
  3. c.       Tipe belajar peserta didik yang berbeda ada yang kuat visual, tetapi lemah dalam auditif dan motorik ataupun sebaliknya
  4. d.      Memudahkan mengajarkan suatu cara kerja/prosedur

 

  1. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi
    1. a.       Kelebihan Metode Demonstrasi

1)      Membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih kongkrit dan menghindari verbalisme

2)      Memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran

3)      Proses pengajaran akan lebih menarik

4)      Merangsang peserta didik untuk lebih aktif mengamati dan dapat mencobanya sendiri

5)      Dapat disajikan bahan pelajaran yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang lain.

  1. b.      Kelemahan Metode Demonstrasi

1)      Memerlukan keterampilan guru secara khusus

2)      Keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikannya

3)      Memerlukan waktu yang banyak

4)      Memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan

 

  1. G.     METODE EKSPERIMEN
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Eksperimen atau percobaan adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara aman.  Eksperimenpun dilakukan orang agar diketahui kebenaran suatu gejala dan dapat menguji dan mengembangkannya menjadi suatu teori.

Metode eksperimen atau percobaan diartikan sebagai cara belajar mengajar yang melibatkanb peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu.

Tujuan dari metode eksperimen ini adalah :

  1. a.       Agar peserat didik mampu menyimpulkan kata-kata, informasi atau data yang diperoleh
  2. b.      Melatih peserta didik merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan percobaan
  3. c.       Melatih peserta didik menggunakan logika berfikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan
  4. 2.       Alasan Penggunaan Metode Eksperimen 
    1. a.       Metode eksperimen diberikan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat mengalami sendiri atau melakukan sendiri , mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu.
    2. b.      Metode eksperimen dapat menumbuhkan cara berfikir rasional dan ilmiah.
  5. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen 
    1. a.       Kelebihan Metode Eksperimen 

1)      Membuat peserta didik percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku

2)      Peserat didik aktif terlubat mengumpulkan fakta, informasi atau data yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukannya

3)      Dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah

4)      Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif, realistik dan menghilangkan verbalisme

5)      Hasil belajar menjadi kepemilikan peserta didik yang bertalian lama

  1. b.      Kelemahan Metode Eksperimen
    1. 1.       Memerlukan peralatan percobaan yang komplit
    2. 2.       Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama
    3. 3.       Menimbulkan kesulitan bagi guru dan peserta didik apabila kurang berpengalaman dalam penelitian
    4. 4.       Kegagalan dan kesalahan dalam berekperimen akan berakibat pada kesalahan menyimpulkan
    5. H.     METODE SIMULASI
      1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Dalam masa orde baru sebelum masa reformasi sering kita dengar penggunaan simulasi dalam penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Simulasi dijadikan sebagai salah satu metode pengajaran untuk menirukan keadaan sebenarnya ke dalam situasi buatan misalnya seorang guru yang mensimulasikan pergerakan bulan mengitari matahari. Simulasi juga menjadi penting manakala menumpuk pertumbuhan peran dan rasa harga diri (self-esteem) atau kebanggaan dalam kehidupan si anak, lebih-lebih untuk anak usia sekolah dasar pada kelas-kelas rendah.

Metode simulasi diartikan sebagai cara penyajian pengajaran dengan menggunakan situasi tiruan untuk menggambarkan situasi sebenarnya agar diperoleh pemahaman tentang hakekat suatu konsep, prinsip atau keterampilan tertentu.

Dalam suatu metode simulasi peserta didik dapat terlibat sebagai pemain atau simulator dan juga sebagai penonton yang menilai serta memperhatikan jalannya simulasi serta mengambil pelajaran dari simulasi tersebut.

Tujuan penggunaan metode simulasi yaitu :

  1. a.       Melatih kemampuan tertentu yang bersifat praktis bagi kehidupan sehari-hari
  2. b.      Membantu mengembangkan sikap percaya diri peserta didik
  3. c.       Mengembangkan persuasi dan komunikasi
  4. d.      Melatih peserta didik memecahkan masalah dengan memanfaatkan sumber-sumber yang dapat digunakan memecahkan masalah.
  5. e.      Meningkatkan pemahaman tentang konsep dan prinsip yang dipelajari
  6. f.        Meningkatkan keaktifan belajar dengan melibatkan peserta didik dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan keajaiban yang sebenarnya.   
  7. 2.       Alasan Penggunaan Metode Simulasi
    1. a.       Ada situasi atau peristiwa yang tidak dapat dihadirkan secara nyata dalam situasi sebenarnya, misalnya keadaan bulan dan rotasi bumi dan bulan, serta matahari atau keadaan kebakaran pasar, keadaan perang.
    2. b.      Terdapat konsep-konsep yang harus diresapi dan dirasakan peserta didik secara langsung, misalnya suasana perjuangan atau mempertahankan kemerdekaan, saling hormat-menghormati sesama manusia.
    3. c.       Menanamkan sikap-sikap normatif kepada peserta didik yang harus direfleksikan dalam apresiasi jiwa
    4. d.      Agar peserta didik dapat berperan dan berkomunikasi secara baik.
  8. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Simulasi
    1. a.       Kelebihan Metode Simulasi

Kelebihan metode simulasi :

  1. 1.       Menciptakan kegairahan peserta didik untuk belajar
  2. 2.       Menumpuk daya cipta peserta didik
  3. 3.       Menumpuk keberanian dan kemantapan penampilan peserta didik di depan orang banyak
  4. 4.       Peserta didik memiliki kesempatan untuk menyalurkan perasaan yang terpendam sehingga mendapat kepuasan, kesegaran serta kesehatan jiwa
  5. 5.       Simulasi dapat dijadikan bekal bagi kehidupannya di masyarakat
  6. 6.       Mengurangi hal-hal yang bersifat abstrak dengan menampilkan kegiatan yang nyata.
  7. 7.       Dapat ditemukan bakat-bakat baru dalam berperan atau berakting

 

  1. b.      Kelemahan Metode Simulasi

Kelemahan metode simulasi :

  1. 1.       Memerlukan pengelompokan peserta didik yang fleksibel, serta ruang dan fasilitas yang tidak selalu tersedia dengan baik
  2. 2.       Pengalaman yang disimulasikan tidak selalu tepat dan sempurna dengan kenyataan di lapangan atau dalam kehidupan
  3. 3.       Simulasi sebagai alat pelajaran kadang terabaikan menjadi alat hiburan
  4. 4.       Rasa malu, ragu dan tidak percaya diri akan mengakibatkan simulasi tidak berjalan/terhambat
  5. 5.       Simulasi memerlukan imajinasi guru dan peserta didik yang tinggi.

 

  1. I.        METODE INKUIRI
    1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Metode inkuiri disebut juga metode “penemuan” merupakan metode yang relatif baru yang diperkenalkan kepada guru-guru bersamaan dengan meluasnya CBSA. Metode inkuiri ini dapat dirancang penggunaannya oleh guru menurut kemampuan mereka atau menurut tingkat perkembangan intelektualnya.

Metode penemuan adalah cara penyajan pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru. Metode penemuan memungkinkan para peserta didik menemukan sendiri informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Tujuan metode penemuan :

  1. a.       Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukanndan memproses bahan pelajarannya.
  2. b.      Mengurangi ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya.
  3. c.       Melatih peserta didik menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya
  4. d.      Memberi pengalaman belajar seumur hidup  
  5. 2.       Alasan Penggunaan Metode Inkuiri 

Alasan penggunaan metode penemuan adalah :

  1. a.       Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat
  2. b.      Belajar tidak hanya dapat diperoleh dari sekolah tetapi juga lingkungan sekitar
  3. c.       Melatih peserta didik untuk memiliki kesadaran sendiri kebutuhan belajarnya.
  4. d.      Penanaman kebiasaan untuk belajar berlangsung seumur hidup

 

  1. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Inkuiri 
    1. a.       Kelebihan Metode Inkuiri

Kelebihan metode penemuan adalah :

  1. 1.       Menekankan kepada proses pengolahan informasi oleh peserta didik sendiri
  2. 2.       Membuat konsep diri peserta didik bertambah dengan penemuan-penemuan yang diperolehnya
  3. 3.       Memiliki kemungkinan besar untuk memperbaiki dan memperluas persediaan dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif para peserta didik
  4. 4.       Penemuan-penemuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi kepemilikannya dan sangat sulit melupakannya
  5. 5.       Tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, karena peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.

 

  1. b.      Kelemahan Metode Inkuiri
    1. 1.       Tidak sesuai untuk kelas besar yang jumlahnya peserta didiknya
    2. 2.       Memerlukan fasilitas yang memadai
    3. 3.       Menuntut guru mengubah cara mengajarnya yang selama ini bersifat tradisional, sedangkan metode baru ini dirasakan guru belum melaksanakan tugasnya mengajar karena guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing
    4. 4.       Sangat sulit mengubah cara belajar peserta didik dari kebiasaan menerima informasi dari guru menjadi aktif mencari dan menemukan sendiri
    5. 5.       Kebebasan yang diberikan kepada peserta didik tidak selamanya dapat dimanfaatkan secara optimal, kadang peserta didik malah kebingungan memanfaatkannya
    6. J.        METODE PENGAJARAN UNIT
      1. 1.       Pengertian dan Tujuan

Metode pengajaran unit adalah salah satu metode pengajaran yang memecahkan masalah ditinjau dari berbagai mata pelajaran sebagai satu kesatuan. Metode pengajaran unit amatlah sesuai dilihat dari pendekatan DAP, karena melalui pengajaran ini, keunikan atau keragaman dan berbagai tingkat perkembangan peserta didik dapat diakomodasikan. Pengajaran bisa menjadi lebih terbuka dengan tersediannya berbagai kesempatan bagi si anak memilih kegiatan belajar.

        Pengajaran unit lebih dikenal dengan istilah “unit teaching” merupakan pengajaran yang mengarahkan kegiatan peserta didik pada pemecahan suatu masalah yang dirumuskan dahulu secara bersama-sama. Metode pengajaran unit didefinisikan sebagai cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

        Terdapat beberapa jenis pemecahan masalah dalam pengajaran unit yaitu :

a)      Keterhubungan antar dua atau lebih masalah, konsep, keterampilan, tugas, atau ide-ide lain dalam satu bidang studi, yang dikenal dalam pembelajaran terpadu sebagai model terhubung (connected model)

b)      Jaringan topik yaitu pemecahan masalah yang melibatkan penetapan tema dan beberapa topik atau sub tema dalam berbagai bidang studi, yang dalam pembelajaran terpadu dikenal sebagai Model Jaring Laba-Laba (webbed model)

c)       Lintas bidang studi yaitu pemecahan yang melibatkan adanya prioritas kurikuler dan menemukan pengetahuan atau konsep.

Adapun tujuan dari penggunaan metode pengajaran unit ini adalah :

  1. a.       Melatih peserta didik menggunakan keterampilan proses atau metode ilmiah dalam pemecahan masalah
  2. b.      Terbentuk sikap kritis, kerjasama, rasa ingin tahu , menghargai waktu dan menghargai pendapat orang lain
  3. c.       Melatih peserta didik agar memiliki kemampuan merencanakan mengorganisasi dan memimpin suatu kegiatan
  4. d.      Mengembangkan keterampilan berkomunikasi
  5. 2.       Alasan Penggunaan Metode Pengajaran Unit 
    1. a.       Terdapat keterkaitan antara satu topik dengan topik lainnya atau satu bidang studi dengan bidang studi lainnya dalam suatu pemecahan masalah sehingga harus diciptakan suatu metode yang dapat menciptakan kesatuannya
    2. b.      Memberikan pengalaman belajar tentang pemecahan masalah dan berbagai disiplin ilmu
    3. c.       Mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor
    4. d.      Melibatkan peserta didik secara fisik maupun psikis dalam KBM
  6. 3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Pengajaran Unit
    1. a.       Kelebihan Metode Pengajaran Unit
      1. 1.       Membantu peserta didik lebih berfikir komprehensif
      2. 2.       Memperluas wawasan peserta didik dalam ilmu pengetahuan dengan keanekaragaman sumber informasi
      3. 3.       Memeperhatikan karakteristik peserta didik secara khusus
      4. 4.       Menciptakan iklim demokratis dalam belajar dimana peserta didik dapat ikut menentukan rencana bersama guru tentang topik yang akan dibahas
      5. 5.       Pengajaran unit disesuaikan dengan tingkat perkembangan, minat dan bakat peserta didik sehingga akan lebih bermakna

 

  1. b.      Kelemahan Metode Pengajaran Unit
    1. 1.       Sulit menentukan topik yang sesuai dengan minat dan perkembangan anak
    2. 2.       Memerlukan kecakapan khusus dalam melaksanakan pelajaran unit
    3. 3.       Memerlukan biaya yang cukup besar
    4. 4.       Memerlukan waktu yang cukup lama
    5. 5.       Kemungkinan pemecahan masalah yang kabur dan dangkal karena ditinau dari berbagai disiplin ilmu dan tidak semua disiplin ilmu dapat dikuasai peserat didik dengan baik

About awanadec99

reserved

Posted on 19 Desember 2012, in Pendidikan, Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s