Etika Pendidikan (hati nurani)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Hati nurani merupakan salah satu komponen penting yang menunjang bagaimana terlahirnya suatu pendidikan yang jujur. Di zaman modern yang telah tercampur dengan masuknya arus Globalisasi, sebuah pendidikan yang ada dalam suatu negara contohnya di negara kita tercinta Indonesia ini hati nurani merupakan salah satu tameng kita untuk mamapu bertahan dalam ketatnya persaingan dunia pendidikan. Lewat hati nurani kita akan paham bagaimana menjalankan atau mengorganisasi sistem pembelajaran yang sesuai dengan etika pendidikan.

Lalu apa sebenarnya hubungan hati nurani dengan etika pendidikan itu sendiri dan sebesar apa dampak hati nurani dalam keadaan pendidikan Indonesia pada saat sekarang ini ? . Yang pasti hati nurani sangat terkait dengan efek dari hasil proses pembelajaran pendidikan yang ada di dalam pendidikan Indonesia itu sendiri. Di dalam makalah ini nantinya kita bakal paham secara garis besar apa hati nurani itu dengan segala arti penting hati nurani itu. Serta bagaimana hubungan hati nurani tersebut dengan etika pendidikan yang ada di Indonesia ini terutama dengan keadaan pendidikan di Indonesia ini yang belum bisa dikatakan maksimal proses pembelajarannya.

Oleh karena itu dalam makalah ini pembahasan akan lebih terfokus pada efek hati nurani terhadap semua hal yang berbau pendidikan yang ada di Indonesia.

 

  1. B.       Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah pengertian dan arti hati nurani?
  2. Apa fungsi dan pentingnya hati nurani?
  3. Bagaimana keadaan hati nurani dalam pendidikan Indonesia?
  4. Bagaimana hubungan antara hati nurani dengan etika pendidikan?
  1. C.    Tujuan

Dilihat dari rumusan masalah tersebut di atas dapat ditentukan tujuan sebagai brtikut:

  1. Mengetahui pengertian dan arti hati nurani.
  2. Mengetahui Fungsi dan pentingnya hati nurani
  3. Mengetahui keadaan hati nurani dalam pendidikan Indonesia.
  4. Mengetahui Hubungan antara hati nurani dengan etika pendidikan

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.      Pengertian dan Arti Hati Nurani
    1. 1.         Pengertian Hati Nurani secara Bahasa

Hati nurani dalam bahasa latin “conscientia” yang artinya “turut mengetahui”. Hati nurani atau cahaya hati di miliki oleh setiap orang,sifatnya menegur dan tidak pernah mati kecuali jika manusia tersebut meninggal.Hati nurani tidak terpisahkan dari iman karena hati nurani dapat membedakan antara yang baik dan  yang buruk,serta hati nurani mampu mengembalikan manusia ke jalan yang benar jika ia tersesat.

Dalam bahasa Inggris, hati nurani artinya consciece. Kalau kata consciece diterjemahbalik maka artinya menjadi suara hati, kata hati atau hati nurani. Berdekatan dengan kata conscience, ada kata conscious. Conscious artinya sadar, berkesadaran, atau kesadaran. Disamping kedua kata ini, ada satu lagi yang berdekatan maknanya yaitu intuition, intuition artinya gerak hati, lintasan hati, gerak batin.

Consciece = Conscience is an ability or a faculty that distinguishes whether one’s actions are right or wrong. It leads to feelings of remorse when one does. Hati nurani adalah kemampuan atau fakultas yang membedakan apakah salah satu dari tindakan apakah benar atau salah. The moral sense of right and wrong, chiefly as it affects one’s own behaviour; Consciousness; thinking; awareness, especially self-awareness. Rasa moral tentang yang benar dan yang salah, terutama karena akan mempengaruhi tingkah laku sendiri; Kesadaran; berpikir; kesadaran, terutama kesadaran diri. Kesadaran juga berarti peran kognitif diri yang memperjelas secara sadar di mana diri kita saat ini dan bagaimana situasi lingkungan kita. Kajian-kajian yang mendalam tentang hal ini dapat kita telusuri lebih jauh terutama di dalam sains psikologi.

 

  1. 2.         Arti Hati Nurani

Hati nurani merupakan penerapan kesadaran moral yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia dalam situasi konkret. Suara hati menilai suatu tindakan manusia benar atau salah , baik atau buruk. Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru. Dalam hati, manusia sebelum bertindak atau melakukan sesuatu , ia sudah mempunyai kesadaran atau pengetahuan umum bahwa ada yang baik dan ada yang buruk. Setiap orang memiliki kesadaran moral tersebut, walaupun kadar kesadarannya berbeda – beda. Pada saat-saat menjelang suatu tindakan etis, pada saat itu kata hati akan mengatakan perbuatan itu baik atau buruk. Jika perbuatan itu baik, kata hati muncul sebagai suara yang menyuruh dan jikaperbuatan itu buruk, kata hati akan muncul sebagai suara yang melarang. Kata hati yang muncul pada saat ini disebut prakata hati.

Pada saat suatu tindakan dijalankan, kata hati masih tetap bekerja, yakni menyuruh atau melarang. Sesudah suatu tindakan, maka kata hati muncul sebagai “hakim” yang memberi vonis. Untuk perbuatan yang baik, kata hati akan memuji, sehingga membuat orang merasa bangga dan bahagia. Namun, jika perbuatan itu buruk atau jahat, maka kata hati akan menyalahkan, sehingga, orang merasa gelisah, malu, putus asa, menyesal.

  1. B.     Fungsi dan Pentingnya Hati Nurani dalam Pendidikan

      Fungsi hati nurani

Fungsi hati nurani yaitu sebagai pegangan, pedoman, atau norma untuk menilai suatu tindakan, apakah tindakan itu baik atau buruk.
Hati nurani berfungsi sebagai pegangan atau praturan-peraturan konkret di dalam kehidupan sehari-hari dan menyadarkan manusia akan nilai dan harga dirinya.Sikap kita terhadap hati nurani adalah menghormati setiap suara hati yang keluar dari hati nurani kita.

Mendengarkan dengan cermat dan teliti setiap bisikan hati nurani.
Mempertimbangkan secara masak dan dengan pikiran sehat apa yang dikatakan hati nurani. Melaksanakan apa yang disuruh hati nurani.

Pentingnya Pembinaan Hati Nurani

Tujuan pokok pembinaan hati nurani adalah hati nurani yang secara subyektif dan obyektif benar. Dengan hati nurani yang baik dan benar, seseorang akan selalu terdorong untuk bertiandak melakukan kehendak Tuhan dan menuruti norma-norma moral obyektif. Pembinaan hati nurani tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang tentang kebenaran dan nilai-nilai, ataupun kemampuan untuk memecahkan dilema moral, tetapi juga harus memasukkan ke dalamnya pembinaan karakter moral seseoarang secara lebih penuh. Pembinaan hati nurani merupakan upaya yang hakiki agar manusia lebih mampu hidup dan bertindak sesuai dengan bisikan hati hati nurani yang bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Melalui pembinaan hati nurani, manusia diharapkan bisa terhindar dari kesesatan dalam pengambilan keputusan dan tindakan.\

  1. C.      Keadaan Hati Nurani dalam Wajah Pendidikan Indonesia

Dari waktu ke waktu, problematika bangsa ini kian pelik. Masalah kemiskinan, kelaparan, kekerasan, kejahatan harta benda (property crime), perdagangan manusia (trafficking), ambruknya etos para elite politik, kurangnya akses pendidikan, konflik berbau SARA, terus mengungkung negeri ini semakin kuat. Usaha-usaha preventif yang ada selalu saja mentah dan tak berdaya membendung problematika negeri yang datang beruntun.

Sebenarnya kita memiliki banyak orang terpelajar, berotak cerdas dan briliant. Namun semua itu tak bisa mengentaskan problematika kebangsaan yang ada, justru semakin memperparah keadaan. Seperti yang terjadi pada para elite kita, mereka jelas kaum terdidik, berotak cerdas, tapi tak tahu kenapa, mereka paling getol mencuri uang negara (korupsi). Ternyata otak saja tidak cukup! Lalu?

Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari pada otak, yakni hati nurani. Otak seringkali dikendalikan oleh hawa nafsu, sehingga menjadi liar. Sementara hati, memiliki suara halus, jujur, dan selalu condong pada kebenaran. Mereka yang korupsi tidak memfungsikan sisi hati nuraninya. Mereka semua pasti tahu, dalam hati yang paling dalam (nurani), bahwa mencuri itu tidak boleh karena akan merugikan rakyat banyak. Tapi bisikan ini mereka abaikan.

Pendidikan kita, yang disebut the human investment (investasi manusia), ternyata, hanya mampu mencetak generasi budak kekuasaan yang tak banyak gunanya. Pendidikan yang katanya akan membuat orang menjadi lebih pandai, arif-bijak, santun, ternyata hanya memunculkan orang-orang yang rakus. Karena ulah mereka, telah banyak rakyat yang miskin, kelaparan, dan banyak pula yang meninggal akibat krisis pangan. Sebuah paradoks pendidikan telah benar-benar bisa di saksikan di negeri kepulauan yang kaya ini.

Bisa ditebak, pendidikan kita hanya sukses membentuk manusia unggul secara intelektual, tapi miskin spiritual. Harus menjadi catatan para pembuat kebijakan, bahwa pendidikan haruslah menempatkan penekanannya pada aspek spiritual, hati nurani. Jangan terlalu memoles otak. Karena dari hati nuranilah jalan kebenaran bisa ditempuh. Pembimbingan hati nurani tak mesti masuk kurikulum, melainkan lewat pembiasaan, arahan, dan keteladanan seorang guru setiap hari.

Hal ini tentu bukan lantas menafikan kecerdasan otak. Kecerdasan otak memang bagus, tapi akan menjadi sangat bagus jika diperkuat dengan kekuatan hati nurani. Dengan demikian, seorang anak didik dilatih untuk peka terhadap segala realitas kehidupan yang mengitarinya; hati-hati dalam bertindak, dan mengambil langkah-langkah solutif demi kepentingan orang banyak.

Dalam hal pendidikan berasis hati nurani, pengalaman negeri ini masih sangat kurang.

 

  1. D.      Hubungan Etika dan Hati Nurani

Hati nurani merupakan suara hati manusia yang paling dalam. Setiap manusia memiliki hatinurani. Dengan adanya hal tersebut maka dapat melandasi setiap tindakan konkrit pada manusia. Hati nurani juga mempengaruhi kesadaran manusia. Kesadaran manusia mampu menilai bagaimana hati nurani berperan di masa lalu dan di masa depan. Bagaimana perlakuan manusia pada masa lampau atau masa depan. Apakah baik ataukah buruk. Dalam sifat diri manusia bisa dibagi menjadi dua yaitu ego dan hati nurani. Hati nurani juga bisa menjadi relfleksi dari kehidupan manusia. Yang dimaksud refleksi disini adalah apakah manusia tersebut memakai hati nuraninya atau tidak. Manusia yang memakai hati nurani dalam kehidupannya akan merasa tentram dan tidak akan ada rasa dikejar-kejar oleh perasaan takut bersalah, tidak bisa, takut mendominasi, atau tidak ingin terlibat dengan kata lain hanya mementingkan diri sendiri. Ego merupakan sikap mementingkan diri sendiri tersebut. Merekahanya menginginkan keuntungan dan kepentingan pribadinya terpenuhi dibandingkan dengankeuntungan dan kepentingan sesama. Mereka terbawa dengan arus ego mereka. Orang yang telah terbawa arus ego mereka akan bertindak karena terpaksa dan merasa dikejar-kejar oleh perasaan takut apabila bekerja untuk kepentingan bersama. Etika mempelajari kita agar dapat bertindak sesuai dengan norma-norma yang dapat diterima oleh masyarakat. Dengan adanya hati nurani akan membuat seseorang bertindak sesuai kaidah atau norma etika.

 

BAB III
PENUTUP

 

 

  1. A.      Kesimpulan

Hati nurani merupakan suatu kesadaran moral yang dimiliki oleh setiap manusia, untuk membedakan tindakan yang salah atau benar yang bergerak berdasarkan intuisi atau gerak batin yang dimilik oleh manusia. Setiap orang memilik tingkat atau kadar kesadaran moral yang berbeda – beda dalam menyikapi segala tindakan.

Fungsi hati nurani yaitu sebagai pegangan, pedoman, atau norma untuk menilai suatu tindakan, apakah tindakan itu baik atau buruk.
Hati nurani berfungsi sebagai pegangan atau peraturan-peraturan konkret di dalam kehidupan sehari-hari dan menyadarkan manusia akan nilai dan harga dirinya. Dengan menggunakan hati nurani secara baik dan benar maka setiap manusia akan menjalankan suatu tindakan berdasarkan norma  – norma moral yang obyektif.

Masalah kemiskinan, kelaparan, kekerasan, kejahatan harta benda (property crime), perdagangan manusia (trafficking), ambruknya etos para elite politik, kurangnya akses pendidikan, konflik berbau SARA, terus mengungkung negeri ini semakin kuat. Oleh karena itu dengan situasi keadaan pendidikan yang sangat pelik di Indonesia ini pembentukan individu- individu terpelajar di negeri ini haruslah berdasarkan dengan etos kerja hati nurani.

Dengan adanya hati Nurani maka kita akan mampu menekan ego yang ada dalam setiap individu sehingga kita bakal selalu bergerak atau melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan etika – etika yang ada termasuk dalam bidang etika pendidikan.

  1. B.       Saran

Hati Nurani merupakan salah satu kunci kita untuk menghadapi bagaimana kuatnya arus globalisasi yang menerjang Indonesia yang juga pasti berakibat kepada dunia pendidikan kita. Oleh karena itu jika sejak awal kita sudah dibekali oleh kekuatan hati nurani yang bersih yang sebenarnya memang sudah kita milik sejak lahir. Maka kita sebenarnya tidak usah takut menghadapi berbagai anacaman yang datang lewat arus globalisasi tersebut. Yang kita lakukan hanyalah dengan berkeyakinan teguh denga apa yang kita miliki denga hati nurani sebagai dasarnya.

 

  

DAFTAR PUSTAKA

 

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2279049-pendidikan-berbasis-hati-nurani/#ixzz1uo1VsYH0

http://jennisaraan.blogspot.com/p/bayi-tabung-hati-nurani.html

http://filsafatindonesia1001.wordpress.com/2009/08/11/filsafat-hati-nurani-bag-1/

About awanadec99

reserved

Posted on 3 Januari 2013, in Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s